“Yesterday is history.. Tomorrow is mystery.. but today is a gift. That’s why we call it present”


Permisi.. Numpang Lewat
August 8, 2008, 11:10 am
Filed under: Adi Menulis

Ketika saya masih kecil, saya selalu dibiasakan kalau melewati orang yang menghalangi jalan qta, selalu bilang, “Permisi…”. Misalnya qta sedang melewati jalan sempit dan ada orang yang duduk di pinggirnya, ketika qta lewat, qta ucapkan “Permisi…”.

Ya, permisi. Kalau di Bandung, mungkin akan lebih “akrab” kalau menggunakan kata “Punten“. Sedangkan ketika saya masih di Ujungpandang, lebih sering menggunakan kata “Tabe’ “. Semuanya bermakna sama. Permisi.

Ucapan itu adalah ungkapan penghormatan qta terhadap orang yang sedang qta lewati. Atau minimal untuk menghormati orang tsb yang aktivitasnya terganggu karena lewatnya qta sesaat di dekat mereka. Tidak ada masalah untuk itu. Lagipula qta bangsa yang sangat menghormati orang lain. Baik muda maupun tua.

Sekali lagi, tidak ada yang salah…

Pertanyaannya sekarang, saya sering melewati kumpulan orang yang dengan sengaja setiap hari duduk di pinggir jalan yang sempit. Bahkan, tidak jarang menggunakan sebagian besar jalan yang sempit itu. Baik untuk sekedar duduk-duduk hingga sampai ngobrol. Ya..!! Ngobrol di tengah jalan, disaat ada orang yg sedang lalu lalang!!

Pantaskah qta berkata, “Permisi..” atau “punten…” atau “tabe’…”…???

Permisi merupakan wujud penghormatan, sekedar formalitas. Permisi asalnya permission atau permit, yang artinya izin. Kalau qta lewat di depan orang yang sedang duduk-duduk, untuk menghormati mereka, qta mengucapkan “permisi” untuk meminta izin lewat. Tentu ini merupakan formalitas belaka. Karena kalau pun mereka tidak mengizinkan, pasti qta tetap akan lewat.

Tapi bagaimana dengan orang-orang yang dengan sengaja mengambil badan jalan tadi. Mereka tidak menghormati orang lain yang punya hak untuk ikut menggunakan jalan tersebut..

Untuk saya pribadi, sesekali saya masih bilang permisi. Namun selanjutnya, saya slonong boy aja. sakit hati. Untuk apa saya menghormati mereka (dengan “meminta izin” untuk lewat) tapi mereka justru sebaliknya, tidak menghormati qta dengan seenaknya menggunakan badan jalan yg seharusnya digunakan untuk fasilitas umum??

Pantaskah qta berkata, “Permisi..”???


3 Comments so far
Leave a comment

permisi,, numpang lewat blognya,,hoho,,i see apa yang qm tulis di atas,, sering liat,,

Comment by rdila_mu

permisi om..
numpang lewat juga..😀

Comment by phat

permisiii…punten…tabe’…ikut numpang lewat yah..heuheu…mantabs lah blog barunya…

Comment by zulfadlillah




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: