“Yesterday is history.. Tomorrow is mystery.. but today is a gift. That’s why we call it present”


Arti Sebuah Konsistensi
August 8, 2008, 9:50 am
Filed under: Adi Menulis

Beberapa malam ini saya sering menyaksikan versi terbaru iklan rokok X-Mild yang sangat getol dengan jargonnya “Xpresikan aksimu”.

Dalam iklan versi tersebut diceritakan tentang suasana di pintu masuk belakang panggung. Eno, drummer Netral, berusaha masuk pintu tersebut yg dijaga oleh seorang security. Dia berulang kali bilang kalo dia adalah Eno, drummer Netral yang mo manggung di panggung tsb. Tapi si security tetep ga percaya. Akhirnya, dia memainkan irama drum dengan menggunakan drum-drum minyak bekas yang ada di sekitarnya. Ketukan ”drum”nya ini kemudian didengar oleh personil Netral yang lain yang sudah berada di dalam ruangan.

Mereka kemudian keluar dan berkata kepada si Eno ini, ”Ngapain lo?”

Dengan kesal dan mata menatap si security, Eno menjawab ”Pemanasan!!!”

Si security baru kemudian percaya bahwa orang yang ia tolak tersebut adalah bintang.

Akan lebih seru kalo liat iklannya

Yang ingin saya angkat di sini bukanlah iklan X-Mildnya, tapi band Netral.

Mungkin band ini tidak terlalu terkenal di masyarakat kebanyakan. Masyarakat mungkin lebih mengenal Ungu, Padi, dan seterusnya.

Ya, Netral mungkin tidak terlalu dikenal. Ke-kurang-terkenal-an mereka ini mungkin karena aliran musik yang mereka bawa: Punk. Musik Punk tidak terlalu akrab di masyarakat Indonesia. Kalo di luar negeri, beberapa band yang mengusung musik Punk ini diantaranya Blink 182, Sum 41, dan Simple Plan (yang terakhir ini baru aja manggung di Jakarta bulan Juli kemarin) mungkin lebih dikenal.

Namun yang membuat saya appriciate adalah, mereka tetap konsisten dengan aliran musik yang mereka angkat. Mungkin tidak terlalu komersil, tapi itu cukup membuat trade mark bagi mereka untuk mungkin menjadi icon Punk di Indonesia. Saya pernah tau karena ketika SMU dulu saya pernah memainkan beberapa lagu beraliran musik punk.

Saya ga tau apakah mereka masih mengeluarkan album atau tidak – saking tidak begitu terkenalnya – tapi saya rasa, mereka meraih sukses dengan kekonsistensi-an mereka itu. Perlahan tapi ada peningkatan. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu album mereka sempat dicekal karena menyelipkan kondom di dalam albumnya. Sebuah contoh yang kurang baik dan ternyata diikuti oleh Julia Perez beberapa waktu yang lalu.

Kembali ke masalah konsistensi…

Dalam dunia nyata, banyak sekali qta temui orang-orang yang sukses dengan kekonsistenan mereka. Banyak pengusaha sukses yang disebabkan konsistensi yang mereka bangun sejak awal usahanya. Banyak pelajar sukses karena konsisten belajar –atau tekun. Banyak orang-orang yang from zero to hero karena kekonsistenan mereka.

Saya jadi ingat Aris –The New Indonesian Idol, dia konsisten sebagai pengamen yang menjual suara dan akhirnya ia bisa mendapat rezeki untuk bisa menampilkan bakatnya di muka masyarakat Indonesia. Kalau saja misalnya Aris tidak jadi pengamen, jadi pedagang asongan atau sopir angkutan kota misalnya, mungkin jalan hidupnya akan berbeda. Jauh.

Saya pernah ke sebuah perusahaan yang bekerja dalam bidang perminyakan di daerah Kalimantan. Saya bertemu dengan seorang supervisor di lapangan di sana. Orang tersebut mempunyai pendapatan bersih mencapai per bulan 25-40 juta rupiah. Hebatnya, dia merintis karir di perusahaan tersebut dengan jabatan yang sangat rendah. Istilah di sana: roughneck. Jika dianalogikan di sebuah pabrik jabatannya tidak lebih dari asisten operator mesin. Pekerjaannya sangat berat dengan kondisi lingkungan kerja yang sangat keras dengan gaji tidak lebih dari 1.5 juta rupiah per bulan.

Tidak banyak orang yang mau konsisten. Kini mungkin banyak orang-orang yang gagal sedikit, maka ia merubah haluan. Mencari cara cepat untuk sukses. Pelajar yang tidak konsisten maka akan mencontek dan bertindak curang dan seterusnya. Pengusaha yang tidak konsisten, akan mencari cara cepat supaya usahanya lancar, sogok sana sini dan sebagainya.

Tidak mudah menjadi konsisten… Tapi tidak sedikit pula orang-orang yang sukses karena konsistensi mereka….


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: